Sabtu, 28 Maret 2015

Bangunan di Yogyakarta Zaman Perjuangan 1945 - 1950

Bangunan di Yogyakarta Zaman Perjuangan 1945 - 1950

Balai Mataram di tahun 1945

Gedung Agung di masa Perjuangan Revolusi Fisik

 Gedung kantor Biro Perjuangan Kementerian Pertahanan RI di Jogja pada tahun 1947. Biro ini dibentuk pada Mei 1946 untuk mengkoordinir segenap elemen kekuatan bersenjata iregular atau satuan-satuan paramiliter (laskar). pada tahun 1947-1948, jumlah personel laskar yang bernaung dibawah subordinasi Biro Perjuangan lebih dari 470.000 orang.

Kesatuan Mobrig berbaris di Jalan Malioboro, Djokja pada tahun 1947. Unit paramiliter dari Kepolisian Negara ini disusun sebagai kesatuan tempur dan ambil bagian dalam operasi militer di garis depan melawan Belanda. Unit-unit Mobrig di Jawa Timur, Sumatera Barat, Tapanuli dan Aceh memiliki satuan kendaraan tempur berbagai jenis termasuk diantaranya Marmon-Herrington Mk.3 dan Braat Overvalwagen.

Seorang prajurit TNI dari Pasukan Pengawal Presiden di gardu jaga depan Gedung Agung, Jogjakarta pada tahun 1947. Selama berlangsungnya Agresi Militer pertama Belanda 1947, ibukota Jogja dinyatakan dalam keadaan darurat dan diberlakukan jam malam. Tentara Belanda telah berada begitu dekat dengan ibukota Republik sejak minggu pertama Agustus 1947. Front pertempuran terdepan hanya berjarak 130 km disebelah barat dan 80 km diutara Jogja.

Prajurit TNI sedang melakukan aplus jaga di Markas Tentara Repoeblik di Djogjakarta, Desember 1947. Markas Tentara Repoeblik di Djogjakarta yang sekarang dikenal dengan nama Hotel Toegoe timur Stasiun Toegoe Djogjakarta. Nampak masih memberi hormat dengan gaya tentara Jepang


Polisi Militer TNI yang merupakan personel Pasukan Pengawal Presiden di Gedung Agung, Jogjakarta pada tahun 1948. 

Seorang anggota TNI menjaga rumah dinas Jendral Sudirman di Bintaran Yogyakarta.

 Palang Merah Pusat di Yogyakarta berlangsung. Semuanya berjalan normal an nampak sedang mengadakan pelayanan klinik di pagi hari. Januari 1949.

 
Pada tanggal 4 Juli 1949, Sri Sultan Hamengkubuwono IX meninjau Warung Puas 
yang terletak di kampung Gamelan yang selama perang gerilya sebagai tempat pertemuan pejuang dan kurir. 

 Oktober 1949 Pasoekan Polisi Tentara yang dipimpin oleh Letnan Massubagio dan Letnan Norman sedang memasuki kota Djocja dari arah Selatan

Presiden RIS Soekarno diantar. Kolonel Soeharto berangkat ke-. Jakarta 
pada tanggal 28 Desember 1949.

5 Oktober 1950 pada Perayaan Hari TNI ke 5 dimana dilakukan 
parade peralatan militer yang dimiliki oleh TNI.
(Foto dari pameran arsip yang dilangsungkan di 
Sitihinggil Kraton Yogyakarta oleh BPAD DIY, 12-14 januari 2013.) 

5 Oktober 1950 pada Perayaan Hari TNI ke 5 dimana dilakukan 
parade peralatan militer yang dimiliki oleh TNI.
 

Jumat, 27 Maret 2015

Kegiatan Car Free Day tanggal 25 Januari 2015

Kegiatan Car Free Day tanggal 25 Januari 2015

Pada tanggal 25 Januari 2015 Komunitas Djokjakarta 1945 mendapat undangan untuk mengisi acara di Car Free Day yang diadakan oleh Media Massa Tribun Jogja. Kesempatan kali ini adalah kesempatan ketiga kalinya setelah mengisi acara di bulan Maret 2014, di bulan Oktober 2014 dan kali ketiga ini pada tanggal 25 Januari 2015.

 Persiapan untuk teatrikal di Car Free Day yang diadakan oleh Media Massa Tribun Jogja
 


 Persiapan keberangkatan menuju Jl. Jendral Sudirman ke tempat 
acara Car Free Day yang diadakan oleh Tribun Jogja.
Tidak lupa sebelum berangkat meneriakkan yel-yel......
Mataram.........Menang!!!! seperti basanya
 Berangkat menuju lokasi Car Free Day

Dalam kesempatan kali ini alur cerita teatrikal dimulai dari Serangan Belanda pada tanggal 19 Desember 1948 atas kota Yogyakarta.  


Pasukan Belanda siap-siap melakukan Serangan terhadap posisi Republik




Posisi Republik yang diserang oleh Belanda sehingga menimbulkan 
banyak korban di pihak Republik



 Serangan balik pihak Republik terhadap posisi Belanda 
dalam suatu Serangan Umum 1 Maret 1949




 Serangan Umum 1 Maret 1949 ini menyebabkan juga banyak korban di pihak Belanda
dan memaksa Belanda mundur dari Yogyakarta

 Selesai acara dilanjutkan dengan santai bersama untuk mempererat
tali silahturahmi antar anggota Komunitas Djokjakarta 1945

Kegiatan teatrikal ini juga merupakan sarana untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas akan kegiatan Komunitas Djokjakarta 1945 yang mana pada bulan Maret 2015 komunitas Djokjakarta 1945 bekerjasama dengan pihak Museum Beteng Vredeburg dan Paguyuban Werhkreis III Kota Yogyakarta di tahun 2015 mengadakan Peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949 ke 66 di tahun 2015.


Pesawat RI 005

Pesawat RI 005

Setelah Agresi I dan AURI kehilangan pangkalan udara Malang, pangkalan laut Campurdarat dekat Tulungagung menjadi pusat kegiatan utama AURI di Jawa Timur. Personel berasal dari bekas pangkalan di Malang, Surabaya dan Maospati. Komandan pangkalan OU II Mantiri, menunjukkan ketertatirkan untuk memiliki seaplane untuk menjaga hubungan udara antara Campurdarat dan bagian lain di Indonesia yang masih dikuasai kaum Republik.
Pada Juli 1948, Mantiri mendengar kalau sebuah Catalina dengan nomor registrasi Australia terbang ke Indonesia. Mantiri segera melobi pimpinan AURI untuk mengundang pilot dan seaplane ke Campurdarat. KSAU Suryadarma setuju dan AURI menghubungi pilot bersangkutan. Pilot yang juga pemilik pesawat Catalina itu adalah seorang berkebangsaan Australia, R.R. Cobley.
Pesawat yang dimilikinya merupakan bekas RAAF dengan RAAF.Serial A24-26 (C/N 292) Previous Serial RCAF VA711/RAF V9711. Catalina ini dibeli Cobley usai perang pada tanggal 4 Oktober 1946 dan terdaftar di Australia sebagai VH-BDP. Foto langka yang ada menunjukkan bahwa pesawat dicat warna gelap. Sebuah laporan dari pilot B-25 Belanda menyebutkan bahwa mereka pernah memergoki sebuah Catalina hijau di Jambi pada akhir September 1948. Hampir pasti pesawat yang dimaksud RI-005.
Cobley biasa terbang antara Campurdarat, Jambi dan Singapura. Di mata Belanda, penerbangan ini dianggap illegal dan menuduh Cobley menyelundupkan opium dan berlian untuk Indonesia.


 Pesawat PBY Catalina VH-BDP RI 005 seang tinggal landas dari pangkalan air

Persiapan Peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949 ke 66 di tahun 2015

Persiapan Peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949 
ke 66 di tahun 2015

Komunitas Djokjakarta bekerjasama dengan Museum Beteng Vredeburg dan Paguyuban Werhkreis III Kota Yogyakarta di tahun 2015 mengadakan kerjasama untuk memperingati Serangan Umum 1 Maret 1949 ke 66 di tahun 2015. Adapun kegiatan Peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949 ke 66 di tahun 2015 di tahun ini selain melakukan tirakatan, upacara, teatrikal, juga diadakan temu tokoh, pameran dengan tema "Pena dan Senjata", hiburan musik dan talk show. Kegiatan Peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949 ke 66 di tahun 2015 dilakukan dari tanggal 28 Februari 2015 hingga tanggal 5 Maret 2015. Sedangkan persiapannya sendiri dilakukan sejak Desember 2014 hingga tanggal 27 Februari 2015.
Inilah kegiatan-kegiatan yang dilakukan panitia Peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949 ke 66 di tahun 2015 dari Komunitas Djokjakarta 1945, bersama pihak Museum Beteng Vredeburg dan Paguyuban Werhkreis III Kota Yogyakarta.

 Rapat pertama dengan pihak Museum Beteng Vredeburg untuk 
Peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949 ke 66 di tahun 2015
 Rapat kedua dengan pihak Museum Beteng Vredeburg untuk 
Peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949 ke 66 di tahun 2015


 Kerjabaksi pembuatan properti untuk teatrikal
Pembuatan palet untuk teatrikal
 


 Menemui pengurus Museum Monumen Yogya Kembali

 Mempersiapkan drum untuk acara teatrikal dan pameran




















Mengangkut properti untuk teatrikal dan pameran ke Museum Beteng Vredeburg
 

 











Mas Dadang Iskandar memberikan pengarahan bagi rekan-rekan dari
Program Study Sejarah Faultas Ilmu Budaya UGM
 

 




Melihat lokasi untuk teatrikal
Mempersiapkan semua properti untuk teatrikal dan pameran di
Museum Beteng Vredeburg





 



 

 
 Ziarah ke makam Pak Buwono Aji yang pada teatrikal di tahun 2014
beliau gugur sebagai pereka ulang


 








 Koordinasi di kantor Litbang Linmas Kotamadya Yogyakarta


 Rapat koordinasi antara pihak Komunitas Djokjakarta 1945, Museum Beteng Vredeburg,
Paguyuban Werhkreis III Kota Yogyakarta, Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala,
Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama, Museum Jendral Besar Sudirman, 
Museum Monumen Yogya Kembali
Walikota Yogyakarta






Ketua Djokjakarta 1945 Eko Isdianto menyerahkan 
kenang-kenangan ke Walikota Yogyakarta
 




Jumpa pers di kantor Kotamadya Yogyakarta
 
 Seorang rekan dari Program Study Sejarah Faultas Ilmu Budaya UGM
latihan untuk teatrikal





 Pengambilan materi dari Museum Monumen Yogya Kembali 
pada tanggal 27 Februari 2015


Ramah tamah dengan Direksi surat kabar Kedaulatan Rakyat Yogyakarta
pada tanggal 28 Februari 2015




Mengangkut meriam penangkis serangan udara M 55 triple gun untuk dipamerkan
pada tanggal 25 Februari 2015
Saat kedatangan Scout Dingo yang datang dari Museum Manala Wangsit Siliwangi Bandung

Demikianlah persiapan yang dilakukan dalam rangka Peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949 ke 66 di tahun 2015 yang dilakukan oleh komunitas Djokjakarta 1945. 

Mataram......Menang!!!!